You need to enable javaScript to run this app.

Berani Bicara, Berani Maju: Pentingnya Public Speaking bagi Peserta Didik

Berani Bicara, Berani Maju: Pentingnya Public Speaking bagi Peserta Didik

Coba bayangkan suasana di kelas saat guru meminta siapa yang mau maju presentasi. Sebagian siswa langsung menunduk, pura-pura sibuk menulis, bahkan ada yang berharap jam pelajaran cepat berakhir. Fenomena ini bukan hal asing di sekolah. Banyak peserta didik sebenarnya punya ide bagus, tetapi belum berani menyampaikannya. Di sinilah pentingnya melatih kemampuan public speaking.

Public speaking sering dianggap hanya soal pidato atau berbicara di depan banyak orang. Padahal, dalam kehidupan sekolah, public speaking itu hadir setiap hari. Mulai dari menjawab pertanyaan guru, mempresentasikan tugas kelompok, memimpin doa, menjadi petugas upacara, sampai menyampaikan pendapat saat diskusi kelas.

Masalahnya, tidak semua peserta didik terbiasa dengan hal-hal tersebut. Rasa gugup, takut salah bicara, atau khawatir ditertawakan teman sering menjadi penghambat. Akibatnya, banyak siswa memilih diam, meskipun sebenarnya mereka paham materi.

Melatih public speaking sejak di bangku sekolah membawa banyak manfaat. Salah satunya adalah meningkatkan kepercayaan diri. Siswa yang sering diberi kesempatan berbicara akan lebih berani tampil dan percaya pada kemampuan dirinya sendiri. Contohnya, siswa yang awalnya gemetar saat presentasi, lama-kelamaan bisa berbicara lebih lancar setelah beberapa kali mencoba.

Selain itu, public speaking membantu peserta didik berpikir lebih teratur. Saat presentasi kelompok, misalnya, siswa belajar menyusun materi, menentukan poin penting, dan menyampaikannya secara runtut. Ini melatih cara berpikir logis sekaligus kemampuan bekerja sama dalam tim.

Contoh nyata lainnya bisa kita lihat saat kegiatan sekolah. Dalam organisasi OSIS, peserta didik belajar memimpin rapat, menyampaikan pendapat, dan berbicara di depan banyak orang. Saat upacara bendera, petugas upacara dilatih untuk berbicara tegas dan jelas. Bahkan dalam kegiatan sederhana seperti membaca hasil diskusi di depan kelas, public speaking sudah dilatih secara langsung.

Peran guru dan sekolah sangat penting dalam proses ini. Guru dapat menciptakan suasana kelas yang aman dan nyaman, sehingga peserta didik tidak takut salah ketika berbicara. Memberi apresiasi, bukan ejekan, akan membuat siswa lebih berani mencoba. Sekolah juga bisa menyediakan wadah seperti lomba pidato, debat, storytelling, atau kegiatan ekstrakurikuler yang melatih kemampuan komunikasi.

Pada akhirnya, kemampuan public speaking bukan hanya dibutuhkan saat peserta didik masih berada di bangku sekolah. Keterampilan ini akan menjadi bekal penting ketika mereka melanjutkan pendidikan, memasuki dunia kerja, dan hidup bermasyarakat. Peserta didik yang berani berbicara akan lebih siap menghadapi tantangan dan mengambil peran di lingkungannya. Seperti sebuah refleksi yang patut direnungkan bersama, “Sekolah bukan tempat untuk diam karena takut salah, melainkan tempat belajar berbicara, bertumbuh, dan menjadi diri sendiri.” Karena itu, mari kita biasakan peserta didik untuk berani menyampaikan pendapat, berani mencoba, dan berani maju sejak hari ini.

 

@gurusapulung

Bagikan artikel ini:

Beri Komentar

RD. Pankrasius Wahu Nudan, S.Fil.,M.Th.,M.Han

- Kepala Sekolah -

SALAM DAN SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI SMAS KATOLIK PANCASILA BORONG

Berlangganan
Banner