You need to enable javaScript to run this app.

Ibu Asni Papu: Jejak Keteladanan dalam Pengabdian Pendidikan

Ibu Asni Papu: Jejak Keteladanan dalam Pengabdian Pendidikan

Sekolah bukan sekadar ruang belajar, melainkan tempat tumbuhnya nilai, karakter, dan keteladanan. Dalam proses itulah peran guru menjadi sangat menentukan. Di SMA S K Pancasila Borong, salah satu sosok pendidik yang memberi makna mendalam bagi perjalanan pendidikan sekolah ini adalah Ibu Asni Papu, guru Mata Pelajaran Sejarah.

Sejak awal pengabdiannya, Ibu Asni dikenal sebagai pribadi yang memiliki etos kerja tinggi, disiplin, serta rasa tanggung jawab yang kuat. Setiap tugas yang dipercayakan kepadanya dijalankan dengan kesungguhan dan komitmen penuh. Integritas bukan sekadar prinsip yang diucapkan, tetapi nilai yang sungguh dihidupi dalam setiap langkah pengabdiannya.

Dalam lingkungan sekolah, Ibu Asni tampil sebagai pribadi yang lugas dan tegas dalam menyampaikan pendapat, namun tetap menjunjung tinggi etika profesional dan semangat kerja sama. Ketegasannya selalu disertai kejelasan arah dan tujuan, sehingga mampu menciptakan suasana kerja yang tertib, efektif, dan saling menghargai. Sikap inilah yang membuat beliau dipercaya untuk menangani berbagai kegiatan penting di sekolah.

Beragam program strategis sekolah telah berada dalam tanggung jawabnya, mulai dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) hingga penyelenggaraan ujian sekolah. Setiap kegiatan dijalankan secara sistematis, inovatif, dan penuh tanggung jawab. Beliau tidak hanya berperan sebagai pelaksana, tetapi juga sebagai penggerak yang memastikan setiap kegiatan berjalan sesuai dengan tujuan pendidikan yang diharapkan.

Di hadapan peserta didik, Ibu Asni adalah sosok pendidik yang konsisten dan dapat diteladani. Kehadirannya di kelas hampir tidak pernah terlewatkan. Dengan tingkat kehadiran yang mencapai seratus persen, beliau menunjukkan bahwa tanggung jawab sebagai guru adalah komitmen yang harus dijaga. Materi pelajaran disampaikan dengan kesungguhan, ketertiban, dan kedalaman, sehingga pembelajaran sejarah tidak hanya menjadi hafalan peristiwa, tetapi sarana pembentukan cara berpikir dan karakter peserta didik.

Ketegasan yang beliau miliki tidak menjauhkan, justru menumbuhkan rasa hormat. Oleh karena itu, Ibu Asni menjadi sosok yang dicintai, dihormati, dan disegani oleh peserta didik, rekan guru, maupun pegawai sekolah. Kepribadiannya memancarkan wibawa yang lahir dari keteladanan, bukan dari jabatan atau kekuasaan.

Bagi rekan sejawat, Ibu Asni adalah mitra kerja sekaligus tempat belajar. Semangat kerja keras, kedisiplinan, dan konsistensinya menjadi inspirasi dalam menjalankan tugas sebagai pendidik. Ia hadir bukan hanya sebagai pengajar sejarah, tetapi sebagai pembelajar sepanjang hayat yang terus memberi contoh melalui tindakan nyata.

Kehadiran Ibu Asni Papu di SMA S K Pancasila Borong menjadi pengingat bahwa pendidikan yang bermutu lahir dari pendidik yang bekerja dengan hati, integritas, dan keteladanan. Melalui dedikasi dan pengabdiannya, beliau tidak hanya mengajarkan sejarah, tetapi turut menorehkan sejarah keteladanan dalam kehidupan sekolah.

 

@U.S

Bagikan artikel ini:

Beri Komentar

RD. Pankrasius Wahu Nudan, S.Fil.,M.Th.,M.Han

- Kepala Sekolah -

SALAM DAN SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI SMAS KATOLIK PANCASILA BORONG

Berlangganan
Banner