SMA SWASTA KATOLIK PANCASILA-BORONG DAPAT KUNJUNGAN TEAM VISITATOR KEMENDIKBUD RISTEK RI
- Selasa, 27 September 2022
- Administrator
- 0 komentar
Team visitator direktorat SMA dari Kemendikbudristek RI, yang terdiri dari dua orang, telah mengunjungi dua sekolah swasta Katolik di Manggarai Timur, Selasa 27 September 2022. Dua lembaga pendidikan swasta dimaksud, adalah SMA Swasta Katolik Pancasila Borong dan Seminari Pius XII Kisol. Mengawali kunjungannya ke SMAS Katolik Pancasila Borong, keduanya disambut meriah oleh Kepala sekolah, jajaran guru, pegawai dan para siswa.
Kepala Sekolah, RD. Heroluinus Jawa, S.Fil, mengungkapkan kegembiraannya, dengan menyampaikan tiga program penting. Pertama, sekolah menjalankan program “Ramah Anak.” Artinya, sekolah berkomitmen membudayakan pendekatan humanis atau nonviolence, dengan menerapkan rapor guru, agar ditularkan ke seluruh ekosistem sekolah. Kedua, sekolah mengembangkan kecerdasan level medium dan high dengan mengirim siswa-siswi untuk studi banding ke luar negeri. SMAS Katolik Pancasila, memiliki branding pada bakat dan minat siswa, karena dibimbing para guru berbakat, kreatif dan inovatif yang belajar secara outodidact. Ketiga, sekolah menyiapkan fasilitas gedung, sarana dan prasarana sekolah yang memadai untuk menjawabi kebutuhan siswa.
Pada kesempatan yang sama, ketua MKKS, Frumens Hemat, S.Fil, dalam sambutannya mengungkapkan, bahwa ketika team visitator pusat ini menginjakkan kakinya di sekolah ini, ada energi hebat yang mengalir dan perlu kami timba. Dan SMA Pancasila, walaupun belum jadi sekolah penggerak, kiprahnya telah lebih dari defenisi penggerak. Mereka telah lebih dahulu menunjukkan kreativitas dan inovasinya dan telah banyak membentuk karakter manusia yang berkualitas bagi bangsa ini. Kiranya dengan penyambutan dan penyematan pakaian adat, bapa dirjen telah dituahkan menjadi putra terbaik daerah Manggarai Timur yang ada di Jakarta. Sementara itu, Lukas Sumba, S. Fil, selaku Korwas, mewakili Dinas PPO Propinsi NTT, menyambut gembira kedatangan team Visitator. Kata beliau, bahwa kedatangan bapa Dirjen mau menggerakkan sekolah-sekolah di Manggarai Timur, agar lebih maju seperti sekolah lain di Indonesia. Ada banyak sekolah yang maju, tapi ada juga yang masih bergerak lambat. Kami, selaku Korwas, mewakili Propinsi NTT yang bertugas di daerah, berjuang bersama para guru di Manggarai Timur, termasuk SMA Swasta Katolik Pancasila. Sekolah ini cukup siap menyambut program merdeka belajar, sebagai sekolah penggerak yang telah berkiprah mendahului kurikulum merdeka. Namun, sekolah masih membutuhkan dukungan dan suport untuk melengkapi berbagai fasilitas, sarana dan prasarana belajar yang belum memadai. Gedung SMA Swasta Katolik Pancasila ini, masih menggunakan bangunan gedung peninggalan pertukangan tahun 1979. Butuh direhab dan diperbarui. Semoga kehadiran visitator dari Dirjen SMA Kemendikbudristek RI, bisa membawa angin segar untuk melihat sekolah-sekolah swasta. Sekolah swasta dinilai cukup kompeten dalam menyelenggarakan pendidikan, terutama dalam menyiapkan sumber daya manusia bagi bangsa dan negara. Komitmen untuk mengembangkan pengetahuan literasi, numerasi, dan karakter dinilai cukup mumpuni. Kepala Sekolah, para guru, MKKS dan Korwas telah menjalin kerja sama yang solid dan sinergis melalui komunikasi, dialog serta pengawasan langsung, agar sekolah bisa bersaing dan tidak stagnan.
Staf Dirjen SMA Kemendikbudristek, pak Babay Suhendri dan pak Tanto, saat perkenalan, keduanya mengungkapkan rasa haru ketika diterima secara adat. Pak Tanto menegaskan, bahwa kedatangannya ingin saling belajar. Kami ingin melihat dari dekat, bagaimana sekolah swasta yang diselenggarakan oleh masyarakat bisa maju. Apa kelebihan dan kekurangannya. Kami takjub melihat jumlah siswa yang sangat banyak. Kami heran, apa rahasianya. Bagaimana cara mengelolah anggaran, menjalin kerja sama dengan orangtua (Komite sekolah), para guru dan pegawai dalam menyelenggarakan pendidikan. Dengan kunjungan ini, kami ingin menyusun modul pembelajaran positif. Bagaimana belajar bertanggungjawab, dimana visi sekolah penggerak pada dasarnya, adalah passion (semangat). Bagaimana siswa tidak hanya belajar pengetahuan, membaca buku-buku, tapi juga membangun semangat kerja sama, melatih bertanggungjawab, menekankan pembentukan kepribadian, karakter yang kreatif dan inovatif. (***)
Penulis : Bpk Kristian Anggur