You need to enable javaScript to run this app.

Bimbingan Teknis Sistem Penjamin Mutu (SPMI) Satuan Pendidikan Pemanfaatan Dana BOS Kinerja Terbaik Tahun 2026

  • Selasa, 22 September 2026
  • Administrator
  • 0 komentar
Bimbingan Teknis Sistem Penjamin Mutu (SPMI) Satuan Pendidikan Pemanfaatan Dana BOS Kinerja Terbaik Tahun 2026

 

 

 

 

 

 

 

 

Borong, 21 September 2026 — Dalam rangka meningkatkan mutu dan kualitas pengelolaan pendidikan di satuan pendidikan penerima Dana BOS Kinerja Terbaik Tahun 2026, telah dilaksanakan Bimbingan Teknis Sistem Penjamin Mutu Internal (SPMI) Satuan Pendidikan pada Senin, 21 September 2026, bertempat di SMAS K Pancasila Borong.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari dan dilaksanakan di tiga tempat berbeda ini diikuti oleh para peserta dari satuan pendidikan penerima BOS Kinerja. Kegiatan diawali dengan doa bersama, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Selanjutnya, kegiatan diisi dengan sambutan dari  Kepala Sekolah SMAS K Pancasila Borong selaku tuan rumah penyelenggaraan kegiatan. Dalam sambutannya, beliau mengangkat sebuah filosofi tentang “akar” sebagai gambaran pentingnya proses dalam membangun dan meningkatkan mutu pendidikan.

“Akar berada di dalam tanah dan tidak terlihat, namun ia bekerja tanpa henti mencari air dan nutrisi makanan demi kehidupan pohon & jika ini dianalogikan dalam satuan Pendidikan pendidikan, tenaga kependidikan dan kepsek adalah akar yang bisa menentukan arah keberlanjutan mutu Pendidikan”

“Filosofi tersebut menggambarkan bahwa proses peningkatan mutu pendidikan sering kali tidak langsung terlihat hasilnya. Namun, melalui kerja keras, perencanaan, dan proses yang dilakukan secara terus-menerus, akan menghasilkan pertumbuhan dan perubahan yang dapat dirasakan”.

“Beliau melanjutkan bahwa, sebagaimana sebuah pohon dapat bertumbuh dengan baik dan menghasilkan buah yang bagus, demikian pula pendidikan. Hasil yang baik merupakan bagian dari proses dan dinamika yang dibangun serta dilaksanakan bersama, tandasnya.

BOS Kinerja sebagai Penghargaan atas Kinerja Satuan Pendidikan

Setelah sambutan tuan rumah, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi sekaligus membuka secara resmi kegiatan Bimbingan Teknis SPMI.

Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada sekolah-sekolah penerima BOS Kinerja (BOSKIN). Beliau menjelaskan bahwa terdapat sejumlah kriteria yang menjadi dasar suatu sekolah memperoleh BOS Kinerja.

Salah satunya adalah prestasi yang diraih sekolah pada tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Prestasi tersebut menjadi salah satu bagian dari penilaian yang diperhitungkan dalam pemberian BOS Kinerja.

Selain itu, BOS Kinerja juga berbasis pada kinerja sekolah yang tercermin melalui Pencapaian Rapor Pendidikan. Perubahan capaian, misalnya dari kategori merah menjadi kuning atau dari kuning menjadi hijau, menunjukkan adanya perkembangan dan perbaikan dalam kinerja satuan pendidikan.

Menurut beliau, BOS Kinerja menjadi salah satu bukti bahwa kepala sekolah dan seluruh warga satuan pendidikan telah memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas pendidikan, khususnya melalui perbaikan capaian Rapor Pendidikan. Kepemimpinan sekolah diharapkan tidak hanya menghasilkan program, tetapi juga memberikan dampak dan nilai nyata bagi peserta didik. Di sela kegiatan ada mamiri bersama.

 

Lima Langkah Pemanfaatan BOS Kinerja

Dalam sambutannya, Kepala Cabang Dinas juga menguraikan lima langkah penting dalam pemanfaatan BOS Kinerja, yaitu impian, kondisi, perencanaan, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi.

Langkah pertama adalah impian, yaitu gambaran ideal mengenai kondisi yang ingin dicapai oleh masing-masing sekolah. Setelah memiliki impian atau kondisi ideal yang ingin diwujudkan, sekolah perlu mengetahui kondisi nyata yang dimiliki.

Tahap berikutnya adalah melakukan analisis kondisi, salah satunya melalui analisis SWOT. Sekolah perlu mengidentifikasi berbagai kekuatan yang dimiliki, kelemahan yang perlu diperbaiki, peluang yang dapat dimanfaatkan, serta tantangan yang perlu dihadapi.

Selanjutnya adalah perencanaan, yakni menentukan berbagai program dan kegiatan yang akan dilakukan berdasarkan persoalan dan kebutuhan yang telah diidentifikasi.

Tahap berikutnya adalah pelaksanaan, yaitu menjalankan program yang telah direncanakan secara konsisten dan bertanggung jawab.

Tahap terakhir adalah monitoring dan evaluasi. Hasil monitoring dan evaluasi menjadi pijakan untuk melihat sejauh mana program telah memberikan dampak sekaligus menjadi bahan dalam menyusun program pada tahun berikutnya.

Pada akhirnya, pemanfaatan BOS Kinerja diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan dan penggunaan anggaran, tetapi menghasilkan perbaikan nyata di tingkat satuan pendidikan.

Materi SPMI dan Identifikasi Rapor Pendidikan

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Ibu Ana selaku Fasilitator Daerah. Materi yang disampaikan antara lain mengenai Standar Nasional Pendidikan, Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), Rapor Pendidikan.

Para peserta juga mengikuti pre-test sebagai bagian dari proses awal untuk mengetahui pemahaman peserta terhadap materi yang akan dikembangkan selama kegiatan.

Selanjutnya, peserta dibagi ke dalam delapan kelompok. Masing-masing kelompok mendapatkan lembar kerja yang berisi empat pertanyaan dan panduan untuk membantu peserta melakukan identifikasi serta analisis terhadap kondisi satuan pendidikan masing-masing.

Dalam proses kerja kelompok, peserta berdiskusi, mengidentifikasi berbagai permasalahan dan kebutuhan sekolah, serta melakukan analisis terhadap hasil Rapor Pendidikan masing-masing satuan pendidikan.

Setelah sesi diskusi dan pengerjaan lembar kerja, masing-masing kelompok diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil kerja. Presentasi kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, masukan, dan penguatan sehingga peserta dapat memperdalam pemahaman mengenai penerapan SPMI dan pemanfaatan BOS Kinerja di sekolah.

Ibu Ana selaku fasilitator juga memberikan penguatan terhadap hasil diskusi dan presentasi kelompok, terutama berkaitan dengan bagaimana hasil Rapor Pendidikan dapat menjadi dasar dalam menentukan prioritas perbaikan dan menyusun program peningkatan mutu di satuan pendidikan. Tepat pada pada pukul 12.00 siang semua peserta yang hadir menikmati makan siang bersama dalam suasana keakraban.

Menjadikan Mutu sebagai Proses Berkelanjutan

Rangkaian kegiatan hari pertama Bimbingan Teknis SPMI ini memberikan ruang bagi peserta untuk tidak hanya memahami konsep penjaminan mutu, tetapi juga mulai menghubungkannya dengan kondisi nyata di sekolah masing-masing.

Melalui SPMI, hasil Rapor Pendidikan, serta pemanfaatan BOS Kinerja yang berbasis pada kebutuhan dan prioritas sekolah, diharapkan setiap satuan pendidikan mampu membangun budaya mutu secara berkelanjutan.

Sebagaimana filosofi “akar” yang disampaikan pada awal kegiatan, proses peningkatan mutu mungkin tidak selalu langsung terlihat, tetapi melalui kerja yang konsisten dan berkelanjutan, hasilnya diharapkan dapat dirasakan dalam bentuk perubahan dan peningkatan kualitas pendidikan.

Kegiatan pada hari pertama kemudian ditutup oleh RD Pank tepat pada pukul 16.00 WITA. Selanjutnya, rangkaian Bimbingan Teknis SPMI akan dilanjutkan pada hari-hari berikutnya di tempat yang telah ditentukan.**

 

 

 

 

Pendidik

Maria Papu

Bagikan artikel ini:

Beri Komentar

RD. Pankrasius Wahu Nudan, S.Fil.,M.Th.,M.Han

- Kepala Sekolah -

SALAM DAN SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI SMAS KATOLIK PANCASILA BORONG

Berlangganan
Banner