ARTI SEBUAH PERJALANAN
- Rabu, 16 September 2026
- Administrator
- 0 komentar
A. Cikini Jakarta
Menjadi peserta kegiatan Gelora Persatuan Generasi Muda 2026 yang mengusung tema RAGAMUDA adalah sebuah kesempatan yang sangat sangat kami maknai secara khusus. Kegiatan ini selain berlangsung di salah satu sekolah kenamaan SMA Kollese Kanisius Jakarta atau yang lazim dikenal CC(Collegium Canisianum), kegiatan ini juga menghadirkan peserta dari seluruh Nusantara, baik yang beragama katolik maupun yang non katolik atau singkatnya sangat beranekaragam dari kelima agama besar di Indonesia. Hal ini tercermin dari pembicara yang di hadirkan dalam kegiatan ini seperti aktivis Inayah Wahid yang begitu getol dengan isu keberagamannya, Maman Suherman yang juga merupakan jurnalis senior Kompas dan juga penulis pelbagai banyak buku yang beragama muslim, Js Kristian selaku dosen dan juga pemuka agama Konghucu. Kehadiran ketiga tokoh ini menuntun para peserta dari pelbagai sekolah di seluruh Indonesia dengan sebuah talkshow tentang indahnya keberagaman. Selain itu, ada juga tanya jawab para peserta serta diskusi yang menarik tentang indahnya perbedaan (the beauty of the diversity). Pada moment ini, semua peserta diwajibkan untuk membaur dan tidak diizinkan untuk duduk bersama teman yang seasal. Hal ini bertujuan agar para peserta memperluas lingkup pergaulan lintas sekolah dan juga lintas agama. Tak Ketinggalan tiga peserta SMAPAN yang terdiri dari Rosalia Tombong, Raditya Agas dan Clark Reinhart yang juga membaur bersama teman-temanya sambil berdinamika dalam kelompok.

Pada bagian lain, kegiatan ini juga menghadirkan roadshow, dimana tiap-tiap sekolah menampilkan pakaian adatnya masing-masing dan para juri akan menentukan kostum terbaik dengan sistem voting. Ketiga utusan SMAPAN mengenakan pakaian adat Manggarai dan juga pakaian caci. Penampilan SMAPAN cukup menarik perhatian para peserta dan juga direktur Kanisius, sehingga selepas kegiatan roadshow, anak-anak SMAPAN diwawancarai dan diminta untuk menjelaskan filosofi dari caci, Balibelo dan wela runus dalam motif kain songke. Roadshow ini juga menghadirkan Tari Barongsai, Ondel-ondel dan Tari Reog Ponorogo. Keberadaan roadshow ini tentunya memperkaya pengetahuan kami yang selama ini hanya melihatnya secara digital sekaligus menjadi bekal bagi kami untuk membuka diri terhadap perbedaan itu sendiri.
Pada sela-sela kegiatan ini, ada juga dinamika sharing antara para guru dan juga para murid tentang banyak hal. Disitulah kemudian guru pendamping ketiga anak SMAPAN, mencoba bercerita tentang SMAPAN itu sendiri. Adapun topik-topik yang disharingkan bersama adalah tentang uang sekolah, tentang manajemen sekolah, tentang branding dan tentang pentingnya alumni serta yang paling penting dibalik itu semua adalah kolaborasi. Berhubung ini adalah kegiatan tahunan, maka kami juga diperbolehkan untuk berpartisipasi lagi tahun depan.
B. Jogyakarta

Selepas kegiatan di Jakarta, kami berempat bergerak ke Jogya menggunakan kreta api. Perjalanan ini sendiri tidak terlepas dari upaya menemukan orientasi diri dan masa depan, baik sebagai murid maupun sebagai pendamping. Selain itu, perjalanan ke Jogya ini merupakan kegiatan yang sifatnya tambahan dalam memperkaya pengetahuan diri dari segi budaya dan juga akademik. Pertama-tama, sebagai pendamping, saya membawa anak-anak ke situs budaya Prambanan untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang sejarah. Kunjungan wisata budaya ini ingin memperkuat pengetahuan mereka dan juga membuka wawasan mereka tentang budaya lain.

Ketiga anak SMAPAN juga menyempatkan diri untuk mengunjungi Universitas Sanata Dharma. Hal ini cukup beralasan, karena tiga tahun terakhir banyak siswa SMAPAN yang mengenyam pendidikan di kampus ini dan juga memperoleh beasiswa cerdas humanis dari kampus ini. Kunjungan ini juga terasa komplit karena bisa bertemu beberapa alumni SMAPAN yang mengenyam pendidikan di lembaga ini. Di samping itu, kami juga sekedar berkunjung ke Universitas Gajah Mada untuk memperlihatkan kepada tiga perutusan SMAPAN tentang kampus UGM yang selalu mengiang di telinga mereka. Rasa senang dan haru bercampur baur sambil bermimpi, mampukah saya suatu saat menjadi bagian dari lembaga ini? Di balik semua itu, kami berterima kasih kepada romo Kepsek SMAPAN yang telah mempercayai kami dan mengutus kami untuk mengambil bagian dalam rangkaian kegiatan ini.
Artikel Terkait
Bangunan Sekolah Rusak dan Tak Layak Digunakan, SMAS Katolik Pancasila Borong Pasang Garis Polisi
Kamis, 17 September 2026
Gubernur NTT Kunjungi SMAS Katolik Pancasila Borong, Serahkan Bantuan 2.000 School Kit Bagi Siswa-Siswi Terdampak Gempa Bumi di Kabupaten Manggarai Timur
Jum'at, 11 September 2026
Sinergi Tata Tertib, Kesehatan Mental, dan Ekstrakurikuler untuk Membentuk Generasi Berkarakter
Rabu, 15 Juli 2026
MPLS Hari Pertama SMAS K Pancasila Borong: Membangun Karakter dan Motivasi Peserta didik Baru
Selasa, 14 Juli 2026